• SMA NEGERI 1 PECANGAAN
  • Unggul dalam Prestasi, Religius dalam Pekerti, Peduli Lingkungan Bersih Lestari

Pendidikan Akhlak Anak Untuk Hindari Perundungan

Kegiatan Salat Jumat tanggal 13 Oktober 2023

ustad Zadit Taqwa, S.Pd

 

Pendidikan Akhlak Anak Untuk Hindari Perundungan

Berikut Materi Kutbah Jumat 13 Oktober 2023

Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Alhamdulillah siang ini begitu banyak nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Demikian banyaknya sehingga kita tidak mampu menghitung apalagi, bila segalanya harus diuangkan. Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali di kesempatan istimewa ini khatib mengingatkan untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mudah-mudahan dalam perjalanan hari-hari ke depan kita terus dan semakin meningkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah Swt.

Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Belakangan marak kasus perundungan atau sering disebut bullying di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terungkap dan menjadi berita di media massa. Berdasarkan data, selama periode 2016-2020 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menerima aduan dari 480 anak yang menjadi korban bullying di sekolahnya.

Sementara itu data dari Biro Data dan Informasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan sebanyak 251 anak berusia 6-12 tahun menjadi korban kekerasan di sekolah pada periode Januari-April 2023. Dengan persentase sebanyak 142 anak perempuan, sedangkan 109 korbannya adalah anak laki-laki. Data tersebut menunjukkan bahwa kekerasan pada anak, khususnya anak usia sekolah dasar, masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia.

Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Secara pengertian sederhana, bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah atau rentan. Perilaku ini dapat berupa fisik, verbal, emosional, atau cyber bullying yakni bentuk bullying yang dilakukan melalui media elektronik, seperti media sosial, pesan singkat, atau email.

Tindakan bullying merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap korban, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Dari segi fisik, dapat berdampak berupa luka-luka, cedera, atau bahkan kematian. Sementara dari segi dampak emosional, korban bullying akan mudah menderita depresi, kecemasan, rasa takut, dan rendah diri. Sedang dari sosial, korban perundungan akan ditimpa kesulitan bersosialisasi, menarik diri dari lingkungan, dan bahkan putus sekolah.

Yang jauh lebih bahaya, para korban bullying, berisiko mengalami masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan makan. Selain itu, korban perundungan berisiko mengalami masalah perilaku, seperti penyalahgunaan zat, tindak kriminal, dan bunuh diri.

Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Sebagaimana agama yang rahmat bagi alam semesta, Islam mengutuk keras tindakan bullying. Islam mendorong sikap kasih sayang, keadilan, dan perdamaian dalam hubungan antarindividu. Tindakan bullying atau penindasan terhadap orang lain dilarang dalam ajaran Islam dan dianggap sebagai tindakan yang salah dan tidak etis.

Lebih lanjut, Islam mengajarkan bahwa kehidupan manusia memiliki nilai yang tinggi dan harus dihormati. Tindakan bullying dapat merusak kesejahteraan fisik dan mental seseorang.  Korban bullying dapat mengalami masalah kesehatan fisik, seperti sakit perut, sakit kepala, atau gangguan tidur. Yang lebih berbahaya, korban bullying juga dapat mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pascatrauma.

Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Sebagaimana tertulis dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11)

Imam Thabari dalam kitab Tafsir Jami’ al Bayan, jilid 22 halaman 298 menjelaskan bahwa Allah telah melarang kaum mukmin untuk saling mengejek dengan segala bentuk ejekan. Tidak halal bagi seorang mukmin untuk mengejek mukmin lainnya, baik karena kemiskinannya, cacatnya, atau hal lainnya. Lebih dari itu, Allah melarang kaum mukmin untuk saling memanggil dengan gelar-gelar buruk. Gelar-gelar buruk adalah memanggil seseorang dengan nama atau sifat yang tidak dia sukai.

Kemudian yang jadi pertanyaan, bagaimana cara mengantisipasi agar anak tidak menjadi pelaku bullying? Jawabannya adalah menanamkan akhlak mulia pada anak sejak usia dini. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak dengan baik dan benar. Penanam karakter dan budi pekerti yang baik, adalah solusi untuk memutus mata rantai bullying

Pendidikan akhlak mulia bagi anak sangatlah penting, karena akan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang baik dan bahagia di masa depan. Pendidikan akhlak mulia akan membantu anak untuk membentuk karakter yang baik, seperti jujur, adil, bertanggung jawab, santun, dan penyayang. Karakter yang baik tersebut akan sangat bermanfaat bagi anak dalam menjalani kehidupan di masa depan, baik dalam keluarga, sekolah, masyarakat, maupun di tempat kerja.

 

lebih dari itu, akhlak yang baik melindungi anak dari perbuatan buruk. Pendidikan akhlak mulia akan mengajarkan anak untuk membedakan antara perbuatan baik dan buruk, serta untuk menghindari perbuatan buruk. Hal ini akan melindungi anak dari berbagai macam bahaya dan permasalahan di masa depan. Rasulullah bersabda:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: "Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik". (HR At-Tirmidzi dan Hakim).

Hadits ini menjelaskan tentang pentingnya pendidikan adab bagi anak. Adab adalah perilaku yang baik dan sopan santun yang diajarkan kepada anak sejak dini. Pendidikan adab ini sangat penting karena dapat membentuk kepribadian anak menjadi seseorang yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Dengan demikian, menanamkan akhlak mulia pada anak adalah sebagai solusi agar mereka tidak melakukan Bullying pada temannya. Dan seyogyanya anak-anak juga diberikan edukasi terkait bahaya dari perbuatan perundungan. Karena hal itu akan merugikan orang lain dan diri sendiri. Semoga kita semua dihindarkan dari perbuatan perundungan, dan langkah kita senantiasa digerakkan untuk kebaikan. Amiin

Komentari Tulisan Ini